Mengenal Ummul Mukminin Maimunah binti al-Harits

Image
Ummul Mukminin Maimunah binti al-Harits bin Hazn al-Hilali adalah wanita terakhir yang dinikahi oleh Nabi shalallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak banyak yang mengenal wanita bangsawan Bani Hilal ini. Sekarang, mari kita mengenalnya. Karena ia adalah ibu kita, ibu orang-orang yang beriman. Nasabnya Ummul Mukminin Maimunah merupakan putri dari al-Harits bin Hazn bin Bujair bin al-Hazm bin Ruwaibah bin Abdullah bin Hilal. Beliau lahir 29 tahun sebelum hijrah dan wafat tahun 51 H. Bersamaan dengan 593 M dan wafat tahun 671 M. Ibunya bernama Hind binti Auf bin Zuhair bin al-Harits bin Hamathah bin Humair. Saudara kandung Ummul Mukminin Maimunah adalah Ummul Fadhl Lubabah al-Kubra binti al-Harits yang merupakan istri dari al-Abbas bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Lubabah ash-Shugra Ashma binti al-Harits. Ia adalah istri dari al-Walid bin al-Mughirah dan ibu dari Khalid bin al-Walid Saifullah radhiallahu ‘anhu. Kemudian Lubabah ash-Shugra menikah ...

Berkreasi Dalam Dakwah


Berkreasilah dalam dakwah, agar Islam bisa diterima dengan mudah.
.
Tidak bisa dipungkiri, cara berdakwah dijaman saat ini tidak bisa disamakan dengan cara berdakwah jaman dulu, bahkan dijaman Rasulullah sekalipun. Bukan untuk menafikkan cara berdakwah jaman dulu, tapi lebih menyesuaikan cara bedakwah pada masanya. Tujuannya, agar dakwah bisa diterima lebih banyak orang, dan lebih banyak lagi yang menerapkan Islam dalam kehidupan.
.
Asalkan cara dakwah tidak melanggar aturan Allah, maka itu sah-sah saja untuk dilakukan. Bahkan sangat dianjurkan untuk diterapkan dakwah yang kreatif, agar penyampaian tidak dirasa monoton, dan orang bisa menerimanya dengan mudah.
.
Kita sebagai pendakwah, harus bisa memformulasikan cara dakwah ini, dengan serius, sabar, dan semangat. Karena Dakwah ini perkara cinta.
.
Misalnya saja kita punya masakan yang akan disajikan pada keluarga, seenak apapun masakan itu jika disajikan langsung dari penggorengan dan acak-acakan akan kah masakan itu diterima dengan baik? lain halnya jika masakan itu disajikan dalam mangkuk atau piring secara rapi, atau bisa saja dikreasikan agar terlihat lebih manis dan sehingga menambah daya selara untuk memakannya, maka itu jauh lebih baik diterima.
.
Maka dakwah pun seperti itu, karena dakwah adalah tanda cinta, maka sajikanlah dakwah dengan sebaik mungkin, seindah mungkin, semudah mungkin agar Islam dapat Islam dapat diterima dan terpkan oleh sebanyak-banyak manusia.
.
#DakwahTandaCinta

Comments

Post a Comment

Visitor

Online

Related Post