Mengenal Ummul Mukminin Maimunah binti al-Harits

Image
Ummul Mukminin Maimunah binti al-Harits bin Hazn al-Hilali adalah wanita terakhir yang dinikahi oleh Nabi shalallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak banyak yang mengenal wanita bangsawan Bani Hilal ini. Sekarang, mari kita mengenalnya. Karena ia adalah ibu kita, ibu orang-orang yang beriman. Nasabnya Ummul Mukminin Maimunah merupakan putri dari al-Harits bin Hazn bin Bujair bin al-Hazm bin Ruwaibah bin Abdullah bin Hilal. Beliau lahir 29 tahun sebelum hijrah dan wafat tahun 51 H. Bersamaan dengan 593 M dan wafat tahun 671 M. Ibunya bernama Hind binti Auf bin Zuhair bin al-Harits bin Hamathah bin Humair. Saudara kandung Ummul Mukminin Maimunah adalah Ummul Fadhl Lubabah al-Kubra binti al-Harits yang merupakan istri dari al-Abbas bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Lubabah ash-Shugra Ashma binti al-Harits. Ia adalah istri dari al-Walid bin al-Mughirah dan ibu dari Khalid bin al-Walid Saifullah radhiallahu ‘anhu. Kemudian Lubabah ash-Shugra menikah ...

Memanfaatkan Waktu Hidup Didunia

Jika kita merasa terusik, di mana seseorang mulai meremehkan dan menggapakan diri kita, tentu ada rasa sakit yang tersimpan dalam hati. Hati suka buang dengan perkataan atau pun perbuatan yang menyinggung perasaan kita. Maka, di situlah refleksi, banyak orang yang menyimpan amarah dan memicu rasa dendam. -

Orang yang menyimpan dendam terhadap orang lain adalah orang lain seperti apa yang dia rasakan. Jelas, Islam tidak mengasyikkannya untuk memiliki sifat pedendam. Namun, tahukah sahabat bahwa ada satu cara terbaik balas dendam dalam Islam. Apakah itu? Cara tersebut adalah dengan menjadi jiwa yang pemaaf. -

Rasulullah ï·º bersabda, "Tidaklah seseorang memaafkan kedzaliman (terhadap dirinya) kecuali Allah akan menambah kemuliaannya," (HR. Ahmad, Muslim dan Tirmidzi). -

Lalu, memungkinkankah kita melakukan diri saat didzalimi? Allah SWT berfirman, “Dan bagi orang-orang yang memperkaya mereka dengan dzalim mereka sendiri. Dan kata-kata kriminal adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa yang memaafkan dan perbuatan baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah, kenyataan bahwa tidak ada orang-orang yang dzalim. Dan benar orang-orang yang menemukan diri setelah teraniaya tidak ada dosa di atas mereka, itu adalah dosa orang-orang yang melakukan dumalim kepada manusia dan melampaui batas di muka tanpa hak. Mereka mendapat adzab yang pedih. Orang orang bersabar dan memaafkan, masalah yang begitu itu termasuk perkara yang amat utama, ”(QS. Asy Syuro: 39-43)

Comments

Visitor

Online

Related Post