Mengenal Ummul Mukminin Maimunah binti al-Harits

Image
Ummul Mukminin Maimunah binti al-Harits bin Hazn al-Hilali adalah wanita terakhir yang dinikahi oleh Nabi shalallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak banyak yang mengenal wanita bangsawan Bani Hilal ini. Sekarang, mari kita mengenalnya. Karena ia adalah ibu kita, ibu orang-orang yang beriman. Nasabnya Ummul Mukminin Maimunah merupakan putri dari al-Harits bin Hazn bin Bujair bin al-Hazm bin Ruwaibah bin Abdullah bin Hilal. Beliau lahir 29 tahun sebelum hijrah dan wafat tahun 51 H. Bersamaan dengan 593 M dan wafat tahun 671 M. Ibunya bernama Hind binti Auf bin Zuhair bin al-Harits bin Hamathah bin Humair. Saudara kandung Ummul Mukminin Maimunah adalah Ummul Fadhl Lubabah al-Kubra binti al-Harits yang merupakan istri dari al-Abbas bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Lubabah ash-Shugra Ashma binti al-Harits. Ia adalah istri dari al-Walid bin al-Mughirah dan ibu dari Khalid bin al-Walid Saifullah radhiallahu ‘anhu. Kemudian Lubabah ash-Shugra menikah ...

Data Fakta Hubungan Badan Sejenis Kota Bogor

.
.
Profesor Euis Sunarti yang telah bergelut menjadi dosen dan peneliti selama 30 tahun memaparkan data yang membuat hati umat Islam dan bangsa Indonesia miris. Data terkait zina dan LGBT ini disampaikan Prof Euis saat menjadi nara sumber dalam #IlcZinaLGBT TV One pada Selasa (19/12/17) malam.

Dalam sebuah desa, papar Euis, data zina di atas 50 persen. Zina bukan hanya dilakukan dengan orang lain, tetapi terjadi antar anggota keluarga.
.
"Pada suatu desa, zina berkisar antara 60-70%. Zina bukan hanya dilakukan dengan orang lain, tetapi kepada saudara ipar bahkan mertua." terang guru besar berjilbab panjang ini.

Selain zina, data LGBT juga membuat bulu kuduk merinding. Pasalnya, jumlah orang yang melakukan konseling ribuan kasus lengkap dengan nama dan alamat pelaku.
.
"1400-1500 pelaku LGBT. Itu lengkap by name, by adress. Karena mereka melakukan konseling." lanjutnya memaparkan.

Menurutnya, jumlah kasus yang sebenarnya lebih banyak. 1400-1500 hanya yang melakukan konseling. Sedangkan penderita lain cenderung diam dan menyembunyikan dan jumlahnya jauh lebih banyak.

Data lain yang disampaikan oleh Prof Euis mengambil sampel di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jumlah penderita LGBT naik sekitar 1400 kasus dalam rentang waktu enam bulan.
.
"Di Kabupaten Bogor yang terdiri dari 44 Kecamatan, pada Juni 2015 jumlah hubungan badan sesama laki-laki sebanyak 6600 kasus. Dan pada Desember 2015 jumlahnya meningkat menjadi 8013 kasus." paparnya.

Yang tak kalah mirisnya, penyimpangan ini sudah dilakukan oleh anak-anak di bawah usia 15 tahun.
.
"Anak usia 11, 12, 13 tahun sudah belajar melakukan hubungan seks sesama jenis." terangnya.

Banyak kalangan yang mengaku miris dengan fenomena ini. Bahkan, para orang tua mengaku khawatir dan sukar memejamkan matanya untuk sekadar beristirahat.

Comments

Visitor

Online

Related Post